BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Menerima Zakat sebesar 300 Juta Rupiah dari Perumda Pembangunan Sarana Jaya

Responsive image

Pada hari ini Jumat (30/4) BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menerima Zakat dari Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Zakat tersebut diterima langsung secara simbolis oleh Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Bapak K.H. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A dan diserahkan langsung oleh Ketua Badan Pembinaan Rohani Perumda Pembangunan Sarana Jaya disaksikan juga oleh Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.

Pada kesempatan tersebut Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan terima kasih nya kepada Perumda Pembangunan Sarana Jaya yang telah menunaikan kewajiban Zakatnya kepada  BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Insha Allah amanah ini akan langsung kita salurkan kembali kepada para Mustahik yang ada di DKI Jakarta lewat Program Program Ramadhan kami.

Beliau juga menambahkan Perumda Pembangunan Sarana Jaya juga bisa merekomendasikan penyaluran kepada mustahik yang telah ditentukan. atau bisa juga berkolaborasi dalam bentuk program yang ditujukan untuk para mustahik di DKI Jakarta.

Penunaian Zakat dari Perumda Pembangunan Sarana Jaya ini merupakan bentuk nyata kolaborasi program dalam rangka mewujudkan #ZakatTandeCinte untuk seluruh masyarakat DKI Jakarta.

Sahabat, juga bisa loh ikut menunaikan kewajiban Zakatnya di BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dengan cara transfer ke Rekening BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta

Rekening zakat:
BCA 0353012344
Mandiri 0700099852001
DKI Syariah 70270030011
BNI Syariah 8461864195

Rekening infak/sedekah:
BNI 0004456617
Muamalat 3010071459
BRI Syariah 8135888888 

atau bisa melalui
https://baznasbazisdki.id/bayarzis/
 

Layanan Jemput Zakat (021 – 3901367)
#GerakanCintaZakat
#ZakatTandeCinte
#ZakatBahagiakanKita

Satu Komentar pada “BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Menerima Zakat sebesar 300 Juta Rupiah dari Perumda Pembangunan Sarana Jaya
ari

Beritanya tahun kemarin 2020 dana yang disalurkan kepada mustahiq lebih 20 milyar, sebagiannya untuk guru ngaji, tapi sampai tahun ini saya dan beberapa teman guru ngaji belum pernah atau hanya sekali pernah beberapa tahun yang lalu. Lalu kemana uang itu disalurkan. Bagi guru ngaji anak-anak hendaknya lebih diperhatikan karena mereka ngajar dengan murid yang banyak dan tidak pernah minta bayaran dari murid apalagi sampai mengeluarkan kartu bayaran. bagi murid yang memberi bayaran diterima yang tidak bayaran juga tidak mengapa yang penting anak-anak bisa ngaji baca tulis alqur’an harusnya lebih diprioritaskan dan didata dengan sebaik-baiknya. mohon maaf dan terima kasih

Berikan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Field dengan tanda (*) wajib diisi

*