Kursi Roda Untuk Jody

Responsive image

Sabtu sore di akhir bulan November ini matahari Jakarta bersinar cukup panas. Ada rasa enggan beranjak sedikit terbersit ketika dering telepon dari Komandan Layanan Aktif BAZNAS (BAZIS) PROV DKI Jakarta, Yudiman. Maklum saja, ini waktunya berkumpul dengan keluarga. Namun, panggilan jiwa untuk melayani mustahik menguatkan untuk segera meraih gawai, menjawab panggilan. Hari ini memang kami berjanji untuk mengantarkan kursi roda khusus untuk Moh Jordy Al Farizi, penderita Enchephalitis (radang otak/cerebral palsy) di daerah Pegadungan Jakarta Barat.

Ini adalah kali kedua kami bersilaturahmi ke rumahnya. Seminggu yang lalu kami telah berkunjung untuk melakukan survey dan assesment tentang kebutuhan kursi roda anak berusia delapan tahun tersebut. Ketika kami temui, kondisinya tampak lemah dengan kaki yang mengecil dan nyaris tidak dapat bergerak kecuali dengan pertolongan orang lain.

“Saat itu Jordy mengalami panas sampai kejang. Lalu kami bawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kami kira hanya panas biasa, setelah kami bawa pulang, selang tiga hari panasnya nggak turun-turun. Kami bawa kembali ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke rumah sakit. Sempat ditolak di rumah sakit karena alasan ruangan penuh, dan berpindah ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang bisa menggunakan BPJS, namun agak susah. Akhirnya anak kami diterima di rumah sakit di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Mungkin karena terlambat mendapat pertolongan medis itulah akhirnya Jordy di diagnosa Unspecifed viral encephalitis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh Virus yang tidak menentu di bagian otaknya yang kemudian membuat tubuhnya jadi lumpuh sampai sekarang, ” ungkap Dewi Siti Aminah, ibunda Jordy sambil menyeka air matanya yang tumpah membasahi wajahnya.

Dari hasil survey minggu lalu, kami menyimpulkan bahwa Ananda Jordy sangat layak untuk mendapatkan kursi roda dengan spesifikasi khusus, yaitu yang mudah digunakan dan dapat membantunya lebih bisa mandiri. Maka hari ini saya papah tubuh mungil bocah berusia delapan tahun ini untuk menaiki kursi roda pemberian dari Baznas (Bazis) Prov. DKI Jakarta. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada Baznas (Bazis) atas perhatiannya kepada anak kami, Allah yang akan membalasnya dengan berlapis keberkahan, “ ujar ayah Jordy yang berprofesi sebagai Petugas Satuan Keamanan (Satpam) itu memeluk saya erat seraya menangis.. Dan saya pun tak kuasa menahan air mata, ikut larut dalam tangis haru bersama lelaki yang sangat sabar merawat anak dengan segala keterbatasan fisiknya itu.

Entah mengapa, meski saya tak kuasa menahan haru, namun saya merasakan kebahagiaan merasuk ke dalam jiwa. Terkadang, memang kebahagiaan itu tidak hadir di tempat-tempat atau di peristiwa-peristiwa menyenangkan. Dia tidak selalu hadir ketika kita berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan megah, atau di antara enaknya santap makanan restauran ternama, atau pun saat menikmati keramaian di tempat-tempat wisata. Tidak, tidak selalu disitu. Kebahagiaan justru sering menyapa kita di saat kita mau mendekap mereka, para dhuafa yang sedang dirundung duka, memberikan kabar gembira kepada para mustahik dengan membagi apa yang menjadi kebutuhan mereka. Semakin banyak para muzaki yang peduli, semakin banyak senyum yang terlahir di kota ini.

Mau menjadi bagian dari simpul kolaborasi kebaikan dalam memajukan dan membahagiakan warga Jakarta? Titipkan donasi terbaik anda kepada Baznas Bazis Prov DKI Jakarta. Mari hadirkan lebih banyak senyum bagi para mustahik di kota ini.

Rekening Program Jakarta Bergerak:

BAZNAS (BAZIS) Prov DKI Jakarta
BSM 788 8000555
Bank DKI Syariah 702 700300 11