Makan Gratis Untuk Para Dhuafa

Responsive image

“Makanan lezat dapat diburu, hidangan mahal dapat dibeli. Tapi nikmatnya makan adalah rizqi, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi”.

Seorang bapak di cengkareng yang menyapu dilingkungan rusun sejak pukul 06.00 pagi , mengharapkan belas kasih dari para warganya untuk bisa membeli sebungkus nasi untuk dibagi kepada keluarganya dirumah. Usianya yang kian renta tak mampu bersaing untuk mencari pekerjaan yang layak untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Kadang saya menunggu belas kasihan orang, dari seribu, dua ribu yang mereka kasih setelah saya sapu halaman rumah mereka saya belikan nasi siang harinya” ucap pak Safaat atau yang lebih sering dipanggil pak Dadang.

Sungguh berat bagi beliau, mau makan harus menunggu belas kashihan orang lain. Namun, disetiap makanan yang beliau bawa pulang, menggenapkan rasa nikmat di tiap suapan yang dimakan bersama keluarga. Senyum mereka sekeluarga tak terbeli oleh berapapun harga. Sebab, nikmatnya makan adalah rizqi. Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.

“Alhamdulillah, terimakasih BAZNAS (BAZIS), yang sudah memberi makan gratis setiap hari pada keluarga kami, setidaknya kami sudah diperhatikan sebagai orang miskin, berharap bukan hanya sebungkus nasi, tapi empat atau lima bungkus nasi perhari, sehingga kami sekeluarga bisa makan dengan cukup, semoga Allah membalas segala kebaikan kalian…”Demikian ungkapan pak Dadang sesaat setelah menerima kartu Bagii Piring di warung Ayam Penyet Mas Marno Cengkareng Jakarta Barat.

Bagii Piring telah menjalin kerja sama dengan 51 warung mitra mereka yang tersebar di 6 wilayah Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu, dan sudah ada 667 dhuafa yang akan menerima manfaat program bagii Piring di seluruh wilayah Jakarta. Artinya akan ada banyak cerita dari mereka para dhuafa yang serasa terbantu dengan hadirnya program Bagii Piring.

Ah, berapakah yang dinikmati manusia dari apa yang dia sangka miliknya dan ditumpuk-tumpuk dan dihitung jumlahnya. Sekira 1000 triliun ada di rekeningnya, lalu esok pagi tiba malaikat maut menunaikan tugasnya, rizqi siapakah itu sebenarnya? Ahli waris atau bahkan musuh bisnis, Allah tak kekurangan cara untuk mengantarnya pada yang sudah dijatahkan tertulis di sisiNya.

Rizqi adalah jaminan. Menjemputnya adalah ujian. Bekerja adalah ibadah kita; ‘itqan, ihsan, ikhlas; bukan mencari rizqi, tapi mencari pahala. Sebab kita harus memindahkan kekhawatiran, dari yang dijamin kepada yang belum dijamin. Yakni; akankah pulang kita ke surga?

Bagii Piring adalah sebuah cerita tentang kedermawanan dari si mampu kepada si miskin. Bukan seberapa nilai dari apa yang disuguhkan dan dimakan oleh mereka para dhuafa. Tetapi, dari setiap suapan nasi yang mereka nikmati, yang tersaji dari pera dermawan, adalah beriris-iris rasa surga.

Ayo jadi bagian dari para dermawan yang memberi makan dan hadirkan senyum untuk mereka setiap harinya dengan memberikan sedekah ke rekening

BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta

BCA 0353048888
BNI Syariah 8461864195