Anisa Bisa Berjalan Lagi

Responsive image

Bantu Anisa Berjalan Lagi, BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Beri Santunan Kaki Palsu
Manusia terlahir sebagai makhluk paling sempurna, kita diciptakan dengan tubuh yang lengkap, sempurna, serta dikaruniai otak yang tiada bandingannya dengan makhluk-makhluk Allah yang lainnya. Sudah sepatutnya kita bersyukur dengan kesempurnaan yang Allah berikan. Lalu bagaimana dengan orang-orang spesial yang diciptakan Allah dengan segala ketentuanNya?
Sempurna menurut kita belum tentu menurut orang lain bukan? Salah satunya adalah Anisa, adik kita yang imut dan cantik ini, sutu ketika ia mengalami kecelakaan yang merenggut hidupnya, merenggut masa kecilnya. Begini kisahnya.

Dik Anisa : “Aku malu mau ke sekolah, mau ngaji, aku tidak punya kaki.”

Mungkin dalam benak Anisa, ia bertanya-tanya “Allah, mengapa aku berbeda?” perasaan sedih, malu, semua bercampur di dada Anisa (8) putri dari Bapak Suhara warga Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Ia mengalami nasib naas tatkala kecelakaan motor bersama ibunya ketika hujan turun dan licin, kecelakaan itupun merenggut nyawa ibunya yang ia kasihi. Malang tak dapat ditolak, Anisa selamat, namun luka di kakinya yang parah karena terseret bus menyebabkan salah satu kakinya harus diamputasi. Kini, Anisa hanya memiliki satu kaki.

Pekerjaan sehari-hari ayahnya sebagai seorang satpam komplek tentu tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan ke 4 anaknya. Meski demikian, tanggungan ayahnya hanya tinggal Anisa seorang karena ke 3 kakaknya sudah kerja dan sudah ada yang menikah. Namun, di balik itu semua ayahnya tentu tidak sanggup membelikan alat yang bagus untuk mobilitas Anisa. Karena di usianya yang masih belia, yang seharusnya ia fokus untuk belajar dan mengaji menjadi minder dan malu dengan dirinya sendiri.
“Aku enggak mau ngaji, enggak mau sekolah, aku malu enggak punya kaki lagi.” ujar Anisa dalam wawancaranya bersama tim Baznas Bazis DKI Jakarta. Bapak Suhara menjelaskan sehari-harinya Anisa hanya main di rumah saja karena tidak percaya diri dengan kondisinya saat ini. “Rumah kami ini juga hibah pak, penghasilan saya juga dibantu anak-anak saya yang lain tapi ya begitu seadanya, wong mereka juga punya keperluan sendiri-sendiri. Sudah mengurus dirinya masing-masing saja sudah alhamdulillah.” tutur pak Suhara.
Dengan inisiatifnya Baznas Bazis DKI memberikan bantuan kaki palsu untuk Anisa, diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bisa kita lihat betapa bahagianya Anisa saat ini telah dapat berjalan dengan normal kembali meski menggunakan kaki palsu. Ia bahkan sudah tidak malu lagi untuk ke sekolah.

Pak Anies pun menitikkan air mata haru serta mencium tangan mungil Anisa dalam acara simbolis penyerahan bantuan kaki palsu pada acara Dapur Qurban di silang Monas (12/08).
Demikianlah kisah kasih kehidupan Anisa yang sudah selayaknya mendapat perhatian dari kita semua karena ia adalah penerus bangsa.